INFO
  •  Sistem Informasi Manajemen Data Statistik 
  •  contoh-contoh-contoh 
LINGKUNGAN HIDUP 

LINGKUNGAN HIDUP

 

 

Rehabilitasi Hutan

Hutan sangat penting artinya bagi lingkungan. Kerusakan hutan tentunya akan berdampak pula pada kerusakan lingkungan yang akan berpengaruh pada manusia. Melihat akan arti pentingnya hutan bagi lingkungan, Kabupaten Boven Digoel telah melakukan rehabilitasi bagi hutan-hutan yang telah rusak dan lahan yang kritis. Persentase rehabilitasi hutan dan lahan kritis yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, tampak pada Gambar 20.1 berikut.

 

Gambar 20.1   Persentase Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2013-2018

 

Sumber         : Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman, Lingkungfan Hidup dan Pertanahan, Kabupaten Boven Digoel, 2018

Keterangan  : *) data tidak tersedia

 

Persentase rehabilitasi hutan dan lahan kritis di Kabupaten Boven Digoel selama kurun waktu 6 tahun terakhir tampak pada Gambar 20.1, dengan rehabilitasi hutan dan lahan kritis  terendah berada di tahun 2016, yaitu sebesar 0,13 persen dan yang tertinggi sebesar 0,60 persen di tahun 2015. Sedangkan data rehabilitasi hutan dan lahan kritis untuk tahun 2017 dan 2018 tidak tersedia.

 

 

Penanganan Sampah

Volume sampah rumah tangga pada tahun 2017 sebanyak 972 m3 dan meningkat pada tahun 2018 menjadi sebanyak 1.020 m3. Sedangkan data tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 tidak tersedia.

Gambar 20.2   Persentase penanganan sampah di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2013-2018

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Keterangan : *) data tidak tersedia

Untuk menangani masalah sampah pemerintah Kabupaten Boven Digoel telah memiliki truk pengangkut sampah yang berjumlah 1 unit pada tahun 2014, 2016, dan 2017.  Data truk pengangkut sampah pada tahun 2018 tidak tersedia. Selain truk pengangkut sampah, Kabupaten Boven Digoel juga memiliki gerobak pengangkut sampah yang berjumlah 10 unit pada tahun 2015 dan 2018. Jumlah motor pengangkut sampah juga terdapat sebanyak 4 unit pada tahun 2015 dan 2016.

 

Tabel 20.1. Jumlah Alat Angkut Sampah dan Tempat Pengelolaan Sampah di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2013-2018

Jenis

2013

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Truk pengangkut sampah

*

1

*

1

1

*

Gerobak pengangkut sampah

*

*

10

*

*

10

Motor pengangkut sampah

*

*

4

4

*

*

Beco

*

*

*

*

*

*

Buldozer

*

*

*

*

*

*

Tempat pembuangan sampah

*

*

1

2

19

10

Tempat pembuangan akhir

*

*

*

1

*

1

Tempat pengelolaan sampah terpadu

*

*

2

*

6

8

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Keterangan : *) data tidak tersedia

 

Sampah menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam perkembangan suatu kota. Kabupaten Boven Digoel sebagai kabupaten yang berkembang, tentunya sangat memperhatikan penanganan masalah sampah, seperti yang tampak pada Gambar 20.3 berikut.

 

Gambar 20.3   Jumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2013-2018

Sumber                : Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman, Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Kabupaten Boven Digoel, 2018

Keterangan          : *) data tidak tersedia

 

Penanganan sampah yang dilakukan di kabupaten Boven Digoel dari tahun 2013 hingga 2016 mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2013, penanganan sampah yang dilakukan sebanyak 0,35 persen. Tahun 2014 meningkat menjadi 0,45 persen kemudian meningkat menjadi 0,60 persen. Selanjutnya pada tahun 2016 tercatat penanganan sampah yang dilakukan sebanyak 0,85 persen. Hal ini mengindikasikan pemerintah memperhatikan penanganan sampah dengan baik dari tahun ke tahun. Namun data penangangan sampah tahun 2017 dan 2018 tidak tersedia.

Penanganan sampah yang baik tentu didukung oleh fasilitas yang baik seperti tempat pembuangan sampah (TPS). Tidak semua tempat di Kabupaten Boven Digoel memiliki TPS. Pada Gambar 20.4 berikut ditampilkan jumlah TPS yang terdapat di Kabupaten Boven Digoel.

Gambar 20.4   Jumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS)  di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2013-2018

Sumber              : DinasPerumahan Rakyat Kawasan Pemukiman, Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Kabupaten Boven Digoel, 2018

Keterangan       : *) data tidak tersedia

 

Pada tahun 2015 jumlah TPS sebanyak 1 unit dan meningkat di tahun 2016 menjadi 2 unit. Terjadi penambahan jumlah TPS sebanyak 17 unit pada tahun 2017, sehingga jumlah TPS pada tahun 2017 menjadi 19 unit. Sedangkan di tahun 2018,  jumlah TPS kembali menrun menjadi 10 unit. Sedangkan data tahun 2013 dan 2014 tidak tersedia.

Sampah yang berupa air limbah, memiliki sistem pembuangan tersendiri. Tercatat pada tahun 2015, sistem pembuangan air limbah secara terpusat berjumlah 2 unit. Jumlah tersebut meningkat pada tahun 2018 menjadi sebanyak 8 unit.

 

 

Sumber Air

Air merupakan unsur yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup semua mahkluk di bumi ini. Sumber air yang ada bisa berasal dari air hujan, mata air maupun sungai, PAM dan sumber lainnya. Gambar 20.5 menyajikan data persentase penduduk berakses air minum.

 

Gambar 20.5   Persentase penduduk berakses air minum di Kabupaten  Boven Digoel, Tahun 2013-2018

 Sumber       : DinasPerumahan Rakyat Kawasan Pemukiman, Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Kabupaten Boven Digoel, 2018

Keterangan   : *) data tidak tersedia

 

Persentase penduduk yang memiliki akses terhadap air minum di kabupaten Boven Digoel dari tahun 2013 hingga 2016 cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2013 dan 2014, penduduk yang memiliki akses terhadap air minum sebanyak 85 persen. Selanjutnya pada tahun 2015 tercatat penduduk yang memiliki akses terhadap air minum sebanyak 90 persen. Angka tersebut kembali meningkat pada tahun 2016 menjadi 95 persen. Persentase penduduk yang memiliki akses terhadap air minum yang tinggi diharapkan sejalan dengan kesehatan masyarakat yang baik pula.

Untuk air minum, data sumber air yang tercatat hanya berasal dari PAM/air dalam kemasan. Berikut data jumlah pengguna air PAM/air dalam kemasan sebagai sumber air minum yang disajikan pada Gambar 20.6.

 

Gambar 20.6   Jumlah Rumah Pengguna Sumber air minum PAM/Air Kemasan di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2013-2018

Sumber        : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Jumlah rumah pengguna sumber air minum yang berasal dari PAM/air kemasan meningkat setiap tahunnya dari tahun 2013 hingga 2018. Pada tahun 2013 jumlah rumah pengguna PAM/air kemasan sebanyak 69 unit dan meningkat secara signifikan di tahun berikutnya, yaitu tahun 2014 sebanyak 250 unit. Pada tahun 2015 jumlah rumah pengguna PAM/air kemasan bertambah 50 unit menjadi 300 unit dan terus meningkat menjadi 351 unit di tahun 2018.

Air yang digunakan sebagai sumber air minum hendaknya memenuhi syarat air yang layak untuk dikonsumsi, dimulai dari sumbernya. Gambar 20.7 menunjukkan status mutu air pemukiman berdasarkan sumber mata air yang dipantau mutunya.

 

Gambar 20.7   Jumlah Pemukiman Pengguna Sumber Mata Air yang Dipantau Mutunya di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2013-2017

Sumber  : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Gambar 20.7 menunjukkan pemukiman yang menggunakan sumber mata air dari tahun 2013 hingga 2017 berkisar dari 10 unit hingga 25 unit, sedangkan jumlah pemukiman yang sumber mata air dipantau mutunya terus meningkat jumlahnya dari tahun 2013 sebanyak 69 unit menjadi 351 unit di tahun 2018.

Kembali