INFO
  •  Sistem Informasi Manajemen Data Statistik 
  •  contoh-contoh-contoh 
KETENAGAKERJAAN 

KETENAGAKERJAAN

Penduduk Usia Kerja

Dalam istilah ketenagakerjaan, penduduk usia kerja biasa disebut sebagai tenaga kerja. Tenaga kerja adalah bagian dari penduduk yang dari sisi usia dipandang telah mampu bekerja memproduksi barang dan jasa. Banyaknya tenaga kerja menyimpan potensi ekonomi yang dimiliki suatu wilayah. Mereka yang berpartisipasi aktif dalam pasar kerja biasa disebut dengan angkatan kerja, begitu juga dengan pengangguran. Sementara itu mereka yang bersekolah, mengurus rumah tangga, dan melakukan kegiatan lain tergolong sebagai bukan angkatan kerja. Batasan umur yang digunakan di Indonesia dalam mengelompokkan penduduk usia kerja mangacu pada konsep International Labour Organization (ILO), yaitu 15 tahun ke atas. Sedangkan penduduk yang berusia dibawah 15 tahun digolongkan sebagai penduduk bukan usia kerja.

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir (2016-2019), jumlah angkatan kerja selalu mengalami peningkatan dengan rata-rata peningkatan sebesar 780 jiwa tiap tahun. Tercatat pada tahun  2019, jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Boven Digoel sudah mencapai 27.786 jiwa (Tabel 19.1).

 

Tabel 19.1. Jumlah Penduduk Usia Kerja Kabupaten Boven Digoel (jiwa),

Tahun 2016-2019

Laporan

2016

2017

2018

2019

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Angkatan Kerja

25.446

26.636

27.547

27.786

a. Bekerja

25.446

26.636

27.547

27.786

b. Penganggur

-

-

-

-

Bukan Angkatan Kerja

37.954

39.158

40.687

37.954

a. Sekolah

25.769

26.870

27.872

25.769

b. Mengurus Rumah Tangga

12.087

12.186

12.694

12.087

c. Lainnya

98

102

121

98

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa dalam kurun waktu empat tahun sejak tahun 2016, penduduk usia kerja bukan angkatan kerja selalu lebih banyak daripada yang termasuk angkatan kerja. Angkatan kerja yang semula berjumlah 25.446 jiwa pada tahun 2016, semakin meningkat setiap tahunnya hingga berjumlah 27.786 jiwa penduduk pada tahun 2019. Komposisi penduduk usia kerja terbanyak adalah penduduk usia kerja yang sedang bersekolah. Pada tahun 2018, penduduk usia kerja yang sedang bersekolah berjumlah 25.769 jiwa sedangkan penduduk usia kerja yang mengurus rumah tangga sebanyak 12.087 jiwa. Penduduk dengan komposisi paling sedikit adalah penduduk usia kerja bukan angkatan kerja yang melakukan kegiatan lainnya yaitu berjumlah 98 jiwa.

 

 

Karakteristik Penduduk Usia Kerja

Secara umum sejak tahun 2016 hingga 2019, jumlah penduduk yang bekerja didominasi oleh laki-laki dibandingkan perempuan. Hal ini sejalan dengan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Boven Digoel yang diatas 100, yang berarti jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibanding perempuan. Pada tahun 2019 sebanyak 15.765 jiwa (56,09 persen) penduduk laki-laki yang bekerja dan sebanyak 12.341 jiwa (43,91 persen) penduduk perempuan yang telah bekerja.

 

Tabel 19.2 . Jumlah Penduduk Usia Kerja Menurut Jenis Kelamin

di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2016-2019

Jenis Kelamin

2016

2017

2018

2019

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Perempuan

11.425

11.872

11.997

12.341

Laki-Laki

14.021

14.764

15.550

15.765

Jumlah

25.446

26.636

27.547

28.106

 Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, pada tahun2019 sebesar 80,92 persen seluruh jumlah angkatan kerja didominasi oleh penduduk usia muda (15 sampai  44 tahun). Dengan kata lain, sebanyak 48.612 jiwa penduduk usia kerja didominasi oleh penduduk usia muda. Sementara itu sekitar  19,08 persen (11.465 jiwa)merupakan penduduk berumur 45 tahun keatas. Supply tenaga muda yang besar ini bisa menjadi potensi  yang luar biasa jika diiringi dengan peningkatan kualitas berupa keahlian dan keterampilan.

 

Tabel 19.3 . Jumlah Penduduk Yang Bekerja Menurut Kelompok Umur

di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2016-2019

Kelompok Umur

2016

2017

2018

2019

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

15-19

7.143

7.675

7.892

8.116

20-24

8.102

8.354

8.546

8.679

25-29

8.602

8.972

9.109

9.232

30-34

8.221

8.798

9.102

9.456

35-39

6.034

6.765

6.892

7.127

40-44

5.224

5.654

5.763

6.002

45-59

3.449

3.765

4.008

4.243

50-54

2.765

2.897

3.002

3.108

55-59

1.008

1.405

1.605

1.887

60+

1.799

1.897

2.003

2.227

Jumlah

52.347

56.182

57.922

60.077

 Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Dominasi peran penduduk usia muda merupakan sebuah keuntungan sekaligus big opportunity bagi pembangunan ekonomi suatu wilayah. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperhatikan mengenai pendidikan dan keterampilannya, sehingga bukan hanya dominan dalam hal jumlah  namun juga dalam hal kualitas. Kualitas kerja inilah yang menjadi point penting dalam meningkatkan produktivitas kerja yang akan berdampak  pada kemajuan ekonomi. Usaha ini dapat dilakukan dengan cara mengadakan pelatihan atau pembekalan para tenaga kerja muda dengan pendidikan dan ketarmpilan yang memada, dan sesuai dengan dunia usaha yang membutuhkan.

 

 

Tabel 19.4 . Jumlah Penduduk Yang Bekerja Menurut Daerah Tempat Tinggal

di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2016-2019

Daerah Tempat Tinggal

2016

2017

2018

2019

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Perkotaan

18.872

19.567

20.109

20.768

Perdesaan

823

872

976

1.002

Jumlah

19.695

20.439

21.085

21.770

 Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Jika dilihat sebaran penduduk usia kerja, maka penduduk usia kerja lebih banyak terkonsentrasi pada wilayah perkotaan sebanyak 20.768 jiwa dibandingkan  wilayah perdesaan 1.002 jiwa. Hal ini tentunya sejalan dengan data jumlah penduduk yang lebih banyak terdapat di daerah perkotaan dibandingkan daerah perdesaan.

 

Tabel 19.5 . Jumlah Penduduk Yang Bekerja Menurut Tingkat Pendidikan

di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2016-2019

Daerah Tempat Tinggal

2016

2017

2018

2019

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

<SD

3.221

3.440

3.676

3.898

SMTP

4.565

4.788

5.674

5.998

SMTA Umum

1.889

2.022

2.134

2.454

SMTA Kejuruan

565

566

602

789

Diploma I/II/III/Akademi

102

121

134

145

Universitas

67

76

85

93

Jumlah

10.409

11.013

12.305

13.377

 Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Salah satu ukuran kualitas pendidikan usia kerja dapat dilihat dari tingkat pendidikannya. Lebih dari setengah penduduk usia kerja masih berpendidikan rendah. Pada tahun 2019, tercatat sebanyak 3.898 (29,14 persen) penduduk usia kerja adalah mereka yang pedidikanya tamat atau tidak tamat SD. Selanjutnya sebanyak 5.998 jiwa (44,84 persen) masih berpendidikan SMP. Sementara itu penduduk usia kerja yang berpendidikan tinggi (Diploma/Sarjana) hanya sekitar 238 jiwa (1,78 persen).

 

 

Karakteristik Angkatan Kerja

Secara umum sejak tahun 2016 hingga 2019, jumlah angkatan kerja didominasi oleh laki-laki dibandingkan perempuan. Hal ini sejalan dengan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Boven Digoel yang diatas 100, yang berarti jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibanding perempuan. Pada tahun 2019 sebanyak 12.102 jiwa angkatan kerja laki-laki yang bekerja dan sebanyak 10.115 jiwa angkata kerja  perempuan yang telah bekerja.

 

Tabel 19.6 . Jumlah Angkatan Kerja Menurut Jenis Kelamin

di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2016-2019

Jenis Kelamin

2016

2017

2018

2019

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Laki-Laki

11.102

11.762

11.872

12.102

Perempuan

9.174

9.435

9.672

10.115

Jumlah

20.276

21.197

21.544

22.217

 Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, pada tahun 2019 sebanyak 48.612 jiwa penduduk usia kerja didominasi oleh penduduk usia muda. Sementara itu sekitar  11.465 jiwa merupakan penduduk berumur 45 tahun keatas. Supply tenaga muda yang besar ini bisa menjadi potensi  yang luar biasa jika diiringi dengan peningkatan kualitas berupa keahlian dan keterampilan.

 

Tabel 19.7 . Jumlah Angkatan Kerja Menurut Kelompok Umur

di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2016-2019

Kelompok Umur

2016

2017

2018

2019

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

15-19

7.143

7.675

7.892

8.116

20-24

8.102

8.354

8.546

8.679

25-29

8.602

8.972

9.109

9.232

30-34

8.221

8.798

9.102

9.456

35-39

6.034

6.765

6.892

7.127

40-44

5.224

5.654

5.763

6.002

45-59

3.449

3.765

4.008

4.243

50-54

2.765

2.897

3.002

3.108

55-59

1.008

1.405

1.605

1.887

60+

1.799

1.897

2.003

2.227

Jumlah

52.347

56.182

57.922

60.077

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan, pada tahun 2019 tercatat sebanyak 7.450 jiwa angkatan kerja adalah mereka yang pedidikanya tamat atau tidak tamat SD. Selanjutnya sebanyak 11.228 jiwa angkata kerja masih berpendidikan SMP. Sementara itu angkatan kerja yang berpendidikan tinggi (Diploma/Sarjana) hanya sebesar 742 jiwa.

 

Tabel 19.8 . Jumlah Penduduk Yang Bekerja Menurut Tingkat Pendidikan

di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2016-2019

Daerah Tempat Tinggal

2016

2017

2018

2019

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

<SD

6.787

7.102

7.225

7.450

SMTP

11.002

11.109

11.207

11.228

SMTA Umum

12.667

12.778

12.902

13.009

SMTA Kejuruan

6.678

6.872

6.983

7.120

Diploma I/II/III/Akademi

453

478

492

521

Universitas

113

178

198

221

Jumlah

37.700

38.517

39.007

39.549

 Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

 

Karakteristik Penduduk Yang Bekerja

Berdasarkan tabel 19.9, tercatat bahwa sejak tahun 2016 hingga 2018, jumlah penduduk yang bekerja mengalami peningkatan. Pada tahun 2019, jumlah penduduk yang bekerja didominasi oleh penduduk usia muda yaitu penduduk usia 15 sampai 44 tahun sebesar 8.545 jiwa. Sedangkan sisanya sebanyak 264 jiwa adalah mereka yang berumur tua yaitu penduduk berumur 45 tahun ke atas.

 

Tabel 19.9 . Jumlah Angkatan Kerja Menurut Kelompok Umur

di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2016-2019

Kelompok Umur

2016

2017

2018

2019

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

15-19

602

624

735

1255

20-24

456

471

567

589

25-29

4.367

4.784

5.217

6.391

30-34

82

86

98

140

35-39

81

87

92

132

40-44

25

27

36

38

45-59

114

117

121

131

50-54

14

17

21

31

55-59

98

89

92

102

60+

0

0

0

0

Jumlah

5.389

6.302

6.979

8.809

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan, terlihat bahwa para pekerja di Kabupaten Boven  Digoel masih didominasi oleh pekerja berpendidikan rendah. Pada tahun 2019, sebanyak 6.980 pekerja masih berpendidikan dibawah SMP, SD, atau tidak tamat SD. Dengan kata lain sebanyak 88 persen pekerja di Kabupaten Boven Digoel masih berpendidikan rendah. Sedangkan hanya sebesar 662 jiwa pekerja yang berpendidikan tinggi.

 

Tabel 19.10 . Jumlah Penduduk Yang Bekerja Menurut Tingkat Pendidikan di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2016-2019

Daerah Tempat Tinggal

2016

2017

2018

2019

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

<SD

456

471

567

589

SMTP

4.367

4.784

5.217

6.391

SMTA Umum

82

86

98

140

SMTA Kejuruan

81

87

92

132

Diploma I/II/III/Akademi

125

127

147

298

Universitas

145

207

312

324

Jumlah

5.256

5.762

6.433

7.874

 Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin. terlihat bahwa para pekerja di Kabupaten Boven  Digoel didominasi oleh laki-laki. Pada tahun 2019, sebanyak 7.830 pekerja laki-laki dan sebanyak 6.650 pekerja wanita. Hal ini sejalan dengan data jumlah penduduk yang tercatat pada dina Dukcapil, dimana jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibanding perempuan. Selain itu juga, laki-laki memiliki tanggungjawab untuk mencarai nafkah.

 

Tabel 19.11 . Jumlah Penduduk Yang Bekerja Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2016-2019

Jenis Kelamin

2016

2017

2018

2019

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Laki-Laki

7.221

7.456

7.653

7.830

Perempuan

6.003

6.221

6.324

6.650

Jumlah

13.224

13.677

13.977

14.480

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Lapangan usaha adalah bidang kegiatan dari pekerjaan tempat bekerja dimana seseorang bekerja. Distribusi penduduk yang bekerja menurut lapangan usaha akan menunjukkan sektor ekonomi apa yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Untuk memudahkan dalam analisis, publikasi ini mengelompokkan lapangan usaha dalam tiga kelompok besar yaitu pertanian, industri, dan jasa. Berdasarkan tabel di bawah ini, menunjukkan bahwa sejak tahun 2016 sampai dengan 2019 mayoritas penduduk bekerja di Kabupaten Boven Digoel bertumpu pada sektor industri pengolahan. Pada tahun 2019, persentase penduduk yang berkerja pada sektor industri sebesar 67,78 persen dari total seluruh pekerja. Atau dengan kata lain, sebanyak 6.391 jiwa penduduk bekerja pada sektor industri pengolahan. Sementara itu, sektor berikutnya yang menjadi tulang punggung perekonomian di Kabupaten Boven Digoel adalah sektor Pertanian, kehutanan, perkebunan dan perikanan dengan persentase jumlah pekerja mencapai 13,31 persen. Atau dengan kata lain sebanyak 1.255 jiwa penduduk bekerja pada sektor pertanian, kehutanan, perkebunan, dan perikanan. Sementara itu, sektor keuangan (perbankan) dan real estate, dan perdagangan adalah sektor yang paling sedikit menyerap tenaga kerja di Boven Digoel yang hanya sebesar 0,73 persen (69 jiwa).

 

Tabel 19.12 . Jumlah Penduduk Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2016-2019

Lapangan Usaha

2016

2017

2018

2019

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Pertanian, kehutanan, perkebunan, dan perikanan

602

624

735

1.255

Pertambangan dan Penggalian

456

471

567

589

Industri pengolahan

4.367

4.784

5.217

6.391

Listrik, gas, dan air

82

86

98

140

Konstruksi/Bangunan

81

87

92

132

Perdagangan besar, eceran, rumah makan, dan hotel

25

27

36

38

Angkutan, pergudangan, dan komunikasi

114

117

121

131

Keuangan, asuransi, usaha sewa bangunan, tanah dan perusahaan

14

17

21

31

Jasa kemasyarakatan

207

302

428

721

Jumlah

5.948

6.515

7.315

9.428

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Karakteristik jumlah penduduk yang bekerja menurut jenis pekerjaan/jabatan dapat dilihat pada tabel 19.13 di bawah ini. Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa pada tahun 2019, sebanyak 11.201 jiwa penduduk berkerja merupakan tenaga profesional, teknis dan yang sejenis. Sedangkan penduduk bekerja sebagai tenaga usaha pertanian, kehutanan, perburuan, dan perikanan sebanyak 8.953 jiwa. Penduduk yang bekerja sebagai tenaga tata usaha adalah yang paling sedikit yaitu hanya sebanyak 34 jiwa.

 

Tabel 19.13 . Jumlah Penduduk Yang Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan/Jabatan di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2016-2019

Lapangan Usaha

2016

2017

2018

2019

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Tenaga profesional, teknis dan yang sejenis

11.137

11.149

11.156

11.201

Tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan

230

238

249

302

Tenaga tata usaha yang sejenis

112

140

201

203

Tenaga usaha penjualan

98

102

121

209

Tenaga usaha jasa

12

21

27

34

Tenaga usaha (pertanian, kehutanan, perburuan dan perikanan)

7.567

7.765

8.322

8.953

Tenaga produksi, operasi alat-alat angkutan dan pekerja kasar

872

921

1.023

1.334

Lainnya...........

172

189

201

233

Jumlah

20.200

20.525

21.300

22.469

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Status pekerjaan merupakan kedudukan seseorang dalam melakukan pekerjaan disuatu unit/kegiatan. Salah satu kegunaan status pekerjaan dalam analisis adalah untuk mengetahui pekerja di sektor formal dan informal. Berdasarkan tabel 19.14 di bawah ini, tercatat bahwa status pekerjaan mayoritas penduduk di Kabupaten Boven Digoel adalah pekerja bebas di pertanian yaitu sebanyak 9.223 jiwa dan buruh/karyawan/pegawai yaitu sebanyak 9.112 jiwa. Kemudian status pekerja bebas di non pertanian sebanyak 7.503 adalah yang terbanyak ketiga.

 

Tabel 19.14 . Jumlah Penduduk Yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2016-2019

Lapangan Usaha

2016

2017

2018

2019

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Berusaha sendiri

102

121

134

167

Berusaha dibantu buruh tidak tetap

98

102

201

223

Berusaha dibantu buruh tetap

109

126

205

234

Buruh, keryawan, pegawai

8.765

9.006

9.105

9.112

Bekerja bebas di pertanian

8.120

8.989

9.108

9.223

Bekerja bebas non pertanian

7.080

7.020

7.443

7.503

Pekerja tidak dibayar

-

-

-

-

Jumlah

24.274

25.364

26.196

26.462

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

 

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)

TPAK adalah ukuran proporsi penduduk usia kerja yang terlibat secara aktif di pasar tenaga kerja, baik dengan bekerja, mencari pekerjaan atau mempersiapkan usaha. Ukuran ini merupakan indikasi relatif dari pasokan tenaga kerja yang terlibat dalam produksi barang dan jasa. Secara keseluruhan, TPAK Kabupaten Boven Digoel pada tahun 2019 adalah sebesar 60 persen.

 

Gambar 19.5  Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Kabpaten Boven Digoel (persen) tahun 2016-2019

 

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

Berdasarkan data yang tercatat pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, menunjukkan bahwa tingkat partispasi angkatan kerja cenderung menurun dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019. Sedangkan  pada tahun 2016 TPAK menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan yaitu dari 45 menjadi 80 persen. Penurunan angka TPAK ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, dimana salah satunya adalah adanya aturan moratorium dari preside RI untuk melakukan penerimaan pegawai di Pemda.

 

 

Tingkat Pengangguran Terbuka

Indikator penting berikutnya adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), yaitu persentase pengangguran terhadap angkatan kerja. Jika dilihat kondisi 4 tahun terakhir, trend TPT di Kabupaten Boven Digoel cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengangguran yang ada di Kabupaten Boven Digoel selalu bertambah setiap tahunnya. TPT selama 4 tahun terakhir mengalami kanaikan yang cukup besar yakni sebesar 5 persen, 8 persen pada tahun 2016 menjadi 13 persen pada tahun 2019.

 

Gambar 19.6  Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Boven Digoel (persen) tahun 2016-2019

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

 

 

Tingkat Kesempatan Kerja

Selain TPAK dan TPT, masih ada satu indikator ketenagakerjaan yaitu Tingkat Kesempatan Kerja (TKK), merupakan persentase tenaga kerja yang terserap pada seluruh sektor-sektor yang ada terhadap angkatan kerja. Dengan kata lain, TKK merupakan selisih TPT terhadap 100 persen.

Semakin tinggi TKK, semakin banyak tenaga kerja yang terserap, akhirnya semakin stabil keadaan suatu daerah dalam hal ketenagakerjaan.

Nilai TKK selama 4 tahun terakhir mengalami peningkatn sebesar 20 persen, yaitu 60 persen pada tahun 2016 menjadi 80 persen pada tahun 2019.  Nilai TKK tertinggi adalah pada tahun 2018 s.d 2019 yakni sebesar 80 persen, yang artinya tenaga kerja yang ada di kabupaten Boven Digoel belum sepenuhnya terserap. Tingginya TKK di Kabupaten Boven Digoel disebabkan sebagian besar tenaga kerja yang tidak memiliki keahlian atau dengan tingkat pendidikan cukup tidak langsung menganggur, karena mereka diserap oleh sektor pertanian yang masih tradisional.

 

Gambar 19.7  Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Boven Digoel (persen) tahun 2016-2019

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Boven Digoel, 2018

Kembali