INFO
  •  Sistem Informasi Manajemen Data Statistik 
  •  contoh-contoh-contoh 
Infrastruktur 

INFRASTRUKTUR

 

 

Perumahan dan Pemukiman

Fasilitas perumahan dan permukiman merupakan salah satu sarana infrastruktur yang  menjadi perhatian pemerintah daerah Kabupaten Boven Digoel untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa keadaan perumahan penduduk yang sehat adalah rumah yang memiliki luas lantai perkapita diatas 10 m2, kiranya ini menjadi pedoman pemerntah dalam memberikan sarana perumahan dan permukiman bagi masyarakat.

  • Status Kepemilikan Rumah

Status kepemilikikan rumah terdiri dari status rumah milik sendiri, status rumah milik pemerintah (rumah dinas) dan status rumah sewa. Tabel 15.1 menyajikan data status kepemilikan rumah dan juga kebutuhan rumah dan rumah yang diusahakan melalui KPR/BTN di Kabupaten Boven Digoel. Pada periode tahun 2013 hingga tahun 2014, status rumah milik sendiri tercatat sebanyak 149 rumah, sedangkan di tahun 2015 jumlahnya menurun signifikan sehingga hanya berjumlah 37 rumah.  Pada tahun 2016 hingga 2018, data status kepemilikikan rumah milik sendiri tidak tersedia.

 

Tabel 15.1. Jumlah Rumah di Kabupaten Boven Digoel Berdasarkan Status Kepemilikan Rumah, Tahun 2013-2018

Tahun

Rumah Milik Sendiri

Rumah Sewa

Rumah Dinas

Rumah KPR/BTN

Kebutuhan Rumah *)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2013

149

50

*

*

*

2014

149

60

*

*

*

2015

37

100

*

10

*

2016

*

120

*

12

*

2017

*

*

*

*

*

2018

*

*

*

*

*

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Keterangan : *) data tidak tersedia

 

Rumah yang berstatus rumah dinas dan kebutuhan rumah untuk periode 2013 sampai 2018 datanya tidak tersedia. Jumlah rumah sewa di Kabupaten Boven Digoel dari tahun 2013 hingga 2016 jumlahnya terus bertambah. Hal ini mengindikasikan bahwa kebutuhan akan rumah tinggal di Kabupaten Boven Digoel semakin meningkat. Pada tahun 2013 jumlah rumah sewa tercatat sebanyak 50 unit, dan jumlah ini terus meningkat menjadi 120 unit di tahun 2016. Sedangkan di tahun 2017 dan 2018, data untuk semua status kepemilikan rumah tidak tersedia.

 

  • Penyediaan Jaringan/ Instalasi Listrik dan Air

Penyediaan jaringan/instalasi listrik dan air untuk perumahan, dilakukan oleh PLN dan PDAM yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah. Jaringan/instalasi yang telah terpasang, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 15.2 berikut.

 

Tabel 15.2. Banyaknya Jaringan/ Instalasi Listrik dan Air Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2013-2018

Tahun

Jaringan/Instalasi PLN

Jaringan/ Instalasi PDAM

(1)

(2)

(3)

2013

*

9

2014

*

10

2015

*

11

2016

118

12

2017

*

*

2018

*

*

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Keterangan : *) data tidak tersedia

 

Jaringan PDAM yang telah terpasang, meningkat sebanyak satu unit tiap tahunnya dari tahun 2013 hingga 2016. Pada tahun 2013 jaringan PDAM yang terpasang berjumlah 9 unit dan terus meningkat tiap tahunnya sehingga menjadi 12 unit di tahun 2016. Jaringan PLN yang terpasang di tahun 2016 berjumlah 118 unit, sedangkan untuk jumlah jaringan PLN terpasang dari tahun 2013 hingga 2015 datanya tidak tersedia. Data banyaknya jaringan PLN dan PDAM terpasang untuk tahun 2017 hingga 2018 juga tidak tersedia.

 

  • Rumah Layak

Jumlah rumah layak huni yang ada di Kabupaten Boven Digoel pada tahun 2017, lebih banyak dibandingkan dengan jumlah rumah yang tidak layak huni. Rumah yang layak huni pada tahun 2017 tercatat sebanyak 9.085 unit dan rumah yang tidak layak huni sebanyak 1.270 unit. Pada tahun 2018 jumlah rumah layak huni meningkat menjadi 9.211 unit, dan rumah tidak layak huni menjadi 1.044 unit.

 

Tabel 15.3. Jumlah Rumah Tinggal Berakses Sanitasi Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2013-2018

Tahun

Memiliki Fasilitas Air Bersih

Memiliki Pembuangan Tinja

Memiliki Pembuangan Air Limbah

Memiliki Pembuangan Sampah

Berakses Sanitasi

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2013

*

*

*

*

*

2014

*

*

*

*

*

2015

*

*

*

*

*

2016

250

250

20

290

*

2017

*

*

*

*

*

2018

1.083

*

*

*

2.197

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Keterangan : *) data tidak tersedia

 

 

Pada Tahun 2016, jumlah rumah tinggal yang memiliki fasilitas air bersih dan pembuangan tinja sebanyak 250 unit dan yang memiliki pembuangan sampah sebanyak 290 unit, sedangkan rumah tinggal yang memiliki pembuangan air limbah (air bekas) hanya berjumlah 20 unit. Pada tahun 2018 jumlah rumah tangga yang memiliki fasilitas air bersih meningkat menjadi 1.083 unit dan jumlah rumah tangga beakses sanitasi sebanyak 2.197 unit. Sedangkan data pada tahun 2013, 2014, 2015 tidak tersedia.

 

  • Kebutuhan Air Baku Rumah Tangga

Air baku adalah air yang dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan/atau air hujan yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum. Di Kabupaten Boven Digoel kebutuhan air baku rumah tangga beberapa diperoleh dari Hidran Umum dan Keran Umum, seperti yang terlihat pada Tabel 15.4 berikut.

 

Tabel 15.4. Jumlah Rumah Tinggal Berakses Sanitasi Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2013-2018

Tahun

Rumah Tangga Menggunakan Hidran Umum

Rumah Tangga Menguunakan Keran Umum

(1)

(2)

(3)

2013

*

*

2014

30

*

2015

60

*

2016

100

250

2017

*

120

2018

*

*

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Keterangan : *) data tidak tersedia

 

Pada Tabel 15.4 terlihat bahwa rumah tangga yang menggunakan hidran umum dari tahun 2014 hingga 2016 terus meningkat, yaitu dari 30 rumah tangga di tahun 2014 meningkat menjadi tiga kali lebihnya di tahun 2016 yaitu sebanyak 100 rumah tangga. Di tahun 2017, data rumah tangga pengguna hidran umum tidak tersedia. Rumah tangga yang menggunakan keran umum jumlahnya menurun, yaitu dari 250 rumah tangga pada tahun 2016 menjadi 120 rumah tangga di tahun 2017. Data pada tahun 2018 tidak tersedia.

  • Kawasan Pemukiman Kumuh

Berdasarkan data yang tercatat pada Dinas PUPR tahun 2018, di Kabupaten Boven Digoel telah terdapat 2 kawasan pemukiman kumuh dengan luas kurang lebih 2 hektar. Terdapat sebanyak 50 rumah tangga dan 50 unit rumah yang telah tinggal di kawasan pemukiman kumuh tersebut. Adanya kawasan pemukiman kumuh di Kabupaten Boven Digoel tentunya perlu menjadi perhatian bagi pemerintah daerah.

Tabel 15.5 Jumlah Kawasan dan Bangunan Pemukiman Kumuh di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2013-2018

Jenis

2013

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Kawasan Pemukiman Kumuh

*

*

*

*

*

2

Luas Kawasan Pemukiman Kumuh (Ha)

*

*

*

*

*

2

Rumah Tangga yang Tinggal di Kawasan Pemukiman Kumuh

*

*

*

*

*

50

Jumlah Bangunan Rumah

*

*

*

*

*

50

Persentase pemukiman kumuh (persen)

*

*

*

*

*

1

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Keterangan : *) data tidak tersedia

 

  • Rumah Pelanggan Listrik

Pembangkit listrik yang utama di gunakan di Kabupaten Boven Digoel adalah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Selain PLTD, ada juga sebagian masyarakat maupun pemerintahan yang menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) meskipun jumlahnya masih sedikit.

Jumlah produksi listrik yang dihasilkan dari PLTD meningkat dari tahun 2017 ke tahun 2018. Pada tahun 2017 jumlah produksi listrik sebesar 3.812 Kw , dan jumlah ini meningkat pada tahun 2018 menjadi 4.698 Kw. Meningkatnya jumlah produksi listrik memengaruhi peningkatan distribusi listrik, dimana pada tahun 2017 distribusi listrik sebesar 2.572,15 Kw dan meningkat menjadi 3.840,3 Kw pada tahun 2018. Sedangkan jumlah produksi listrik yang dihasilkan dari PLTS juga mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2017 jumlah produksi listrik sebesar 230 Kw dan meningkat menjadi 270 Kw pada tahun 2018. Selian itu, jumlah distribusi listrik juga mengalami peningkata dari tahun 2017 sebesar 207 Kw menjadi 219 Kw pada tahun 2018. Data produksi ldan distribusi istrik PLTD dan PLTS pada tahun 2013 sampai dengan 2016 tidak tersedia.

Pada tahun 2018 jumlah kebutuhan listrik sebanyak 10.000 Kw, sementara jumlah listrik yang terpasang sebesar 4.968 Kw. Adapaun jumlah tenaga listrik yang terjual sebesar kurang l3bih 13.148.750 Kwh.

Tabel 15.6. Jumlah Produksi dan Distribusi Listrik yang Dihasilkan oleh PLTD dan PLTS  di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2013-2018

Jenis

2013

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

PLTD Diesel

 

 

 

 

 

 

Produksi Listrik (Kw)

*

*

*

*

3.812

4.698

Distribusi Listrik (Kw)

*

*

*

*

2.572,15

3.840,2

PLTS Surya

 

 

 

 

 

 

Produksi Listrik (Kw)

*

*

*

*

230

270

Distribusi Listrik (Kw)

*

*

*

*

207

219

Kebutuhan Listrik (Kw)

*

*

*

*

*

10.000

Tenaga Listrik Terpasang (Kw)

*

*

*

*

*

4.968

Tenaga Listrik Terjual (Kwh)

*

*

*

*

*

13.148.750

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Keterangan : *) data tidak tersedia

Tidak semua desa yang ada di Kabupaten Boven Digoel sudah teraliri listrik, karena masih terdapat desa yang secara akses geografis dulit dijangkau. Pada tahun 2017 sebanyak 74 desa belum mendapatkan sambungan listrik. Jumlah desa yang belum mendapatkan sambungan listrik menurun pada tahun 2018 yaitu sebanyak 66 desa. Menurunnya jumlah desa yang belum mendapatkan sambungan listrik mengidentifikasikan bahwa semakin baik pembangunan yang ada di perdesaan. Sementara itu, jumlah desa yang tersambung listrik terbatas waktu pada tahun 2017 sebanyak 38 desa, dan meningkat pada tahun 2018 menjadi 39 desa. Data pada tahun 2013 hingga 2016 tidak tersedia.

Tabel 15.7. Jumlah Desa yang Teraliri listrik di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2013-2018

Tahun

Belum Mendapat Sambungan Listrik

Sambungan Listrik Terbatas Waktu

(1)

(2)

(3)

2013

*

*

2014

*

*

2015

*

*

2016

*

*

2017

74

38

2018

66

39

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Keterangan : *) data tidak tersedia

Jumlah rumah/pelanggan yang telah teraliri listrik dari pembangkit tenaga listrik milik Pemerintah Daerah dan PT PLN (Persero) di Kabupaten Boven Digoel, seperti tampak pada Gambar 15.1 berikut.

Gambar 15.1. Jumlah Rumah yang Teraliri Listrik Di Kabupaten Boven Digoel,

Tahun 2013-2018

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Keterangan : *) data tidak tersedia

Jumlah pelanggan listrik dari tahun 2012 hingga tahun 2016 terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini wajar, mengingat listrik merupakan  salah satu kebutuhan primer bagi rumah disaat ini. Jumlah pelanggan listrik meningkat sangat pesat dalam lima tahun terakhir, dimana jumlah pelanggan listrik di tahun 2016 meningkat hampir dua kali lipat lebih dari tahun 2013. Namun pada tahun 2017, jumlah pelanggan listrik menurun sebanyak 224 pelanggan dari tahun 2016, menjadi 6.079 pelanggan.

Tidak semua rumah di distrik di Kabupaten Boven Digoel teraliri listrik. Hanya sebagian kecil distrik yang telah menikmati aliran listrik dari pembangkit listrik milik Pemerintah Daerah dan PT. PLN (Persero), seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 15.8 berikut.

Tabel 15.8. Jumlah Rumah Teraliri Listrik (Pelanggan) Menurut Distrik Di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2018

No

Distrik

Jumlah Rumah Teraliri Listrik (Pelanggan)

Keterangan

(1)

(2)

(3)

(4)

1

Mandobo (Kota Tanah Merah)

*

PLTD PEMDA

2

Mindiptana

*

PLTD PLN

3

Kombut

*

PLTD PLN (Persero)

4

Waropko

*

Hybrid PLTD PLN (Persero) dan PLTS Milik PEMDA

5

Iniyandit

*

PLTD PLN (Persero)

6

Jair (Getentiri)

*

PLTD PLN (Persero)

7

Jair (Prabu Asiki)

*

PLTD PEMDA

8

Kouh

*

PLTD PEMDa

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Keterangan : *) data tidak tersedia

 

Jumlah rumah teraliri listrik (pelanggan) hanya terdapat di 8 Distrik dari 20 Distrik yang ada di Kabupaten Boven Digoel. Data jumlah pelanggan listrik pada 8 distrik tersebut tidak tersedia.

Pekerjaan Umum

  • Status Jalan

Jalan merupakan salah satu sarana penunjang transportasi yang memiliki peranan penting guna kelancaran dari arus transportasi tersebut khususnya transportasi darat. Status Jalan yang telah dicatat oleh dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Boven Digoel terdiri atas Jalan Negara, Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten. Perkembangan panjang jalan ini berdasarkan statusnya di Kabupaten Boven Digoel dapat dilihat melalui Tabel 15.9. Secara umum, panjang jalan propinsi dari periode waktu 2013 sampai 2016 tidak mengalami peningkatan , dengan panjang yang tetap setiap tahun, yaitu sepanjang 45,2 Km. Pada tahun 2013 panjang jalan untuk status jalan nasional mencapai 300,8 Km dan mengalami peningkatan di tahun berikutnya yaitu di tahun 2014 menjadi 302,30 Km yang bertahan hingga tahun 2016. Penambahan panjang jalan terjadi setiap tahunnya untuk status jalan kabupaten. Dimana pada tahun 2013 panjang jalan kabupaten mencapai 790,58 Km, meningkat terus setiap tahunnya sehingga pada tahun 2018 panjang jalan kabupaten mencapai 889,31 Km.

Tabel 15.9. Panjang Jalan di Kabupaten Boven Digoel Berdasarkan Status Jalan (Km), Tahun 2013-2018

Tahun

Jalan Nasional

Jalan Propinsi

Jalan Kabupaten

(1)

(2)

(3)

(4)

2013

300,8

45,2

790,58

2014

302,3

45,2

838,18

2015

302,3

45,2

856,054

2016

302,3

45,2

862,943

2017

300

45,2

856,05

2018

300

45,2

889,31

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Tabel 15.10 berikut menunjukkan panjang jalan berdasarkan kondisi keadaan jalan. Kondisi keadaan jalan terbagi menjadi kondisi jalan baik, rusak ringan dan rusak berat. Panjang jalan dengan kondisi baik meningkat dari 425,577 Km pada tahun 2013 menjadi 596,122 Km hingga tahun 2018. Panjang jalan dengan kondisi rusak ringan dari tahun 2013 hingga 2018 bertambah sepanjang 87,091 Km, yaitu dari 307,882 Km pada tahun 2013 meningkat menjadi 394,973 Km di tahun 2018. Untuk panjang jalan dengan kondisi rusak berat, terjadi peningkatan dari tahun 2013 sepanjang 235,715 Km menjadi 243,415 Km di tahun 2018.

 

Tabel 15.10. Panjang Jalan di Kabupaten Boven Digoel Berdasarkan Kondisi Keadaan jalan (Km), Tahun 2013-2018

Tahun

Rusak Berat

Rusak Ringan

Baik

(1)

(2)

(3)

(4)

2013

235,715

307,882

425,577

2014

226,715

350,132

454,472

2015

236,365

375,476

468,862

2016

243,415

394,973

572,055

2017

243,415

394,973

562,862

2018

243,415

394,973

596,122

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Adapun data panjang jalan Kabupaten Boven Digoel menurut distrik dapat dilihat pada tabel 15.11. Berdasarkan tabel tersebut, tercatat bahwa data panjang jalan kabupaten pada tahun 2018 adalah 856,05 Km, dimana sepanjang 884,334 Km jalan dalam kondisi baik, 246,7536 Km jalan dalam kondisi rusak sedang dan sepanjang 275,3109 Km jalan dalam kondisi rusak berat. Distrik Mindiptana merupakan distrik dengan panjang jalan terpanjang yaitu mencapai 191,683 Km. Distrik Arimop merupakan distrik dengan panjang jalan terpanjang kedua yaitu mencapai 159,86 Km.

Tabel 15.11 Panjang Jalan Kabupaten Boven Digoel Menurut Distrik, Tahun 2018

Distrik

Panjang Jalan (Km)

Kondisi Jalan

Baik

Rusak Sedang

Rusak Berat

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Mandobo

84,998

53,1474

9,6538

15,566

Kouh

7

4,238

2,1

0,2

Jair

68,097

25,9027

7,7728

5,8423

Mindiptana

191,683

11,482

19,8357

110,0739

Waropko

102,7

17,283

20,003

70,76

Bomakia

132,64

43,062

65,7912

8,1006

Fofi

42,5

11,44

26,81

1,275

Arimop

159,86

47,666

86,708

10,588

Manggelum

-

0,129

-

-

Firiwage

23,916

14,6975

5,9469

1,0695

Subur

0

0,117

0

0

Kombut

0

0,27

0

0

Yaniruma

0

0,24

0

0

Kombay

0

0,235

0

0

Ninati

0

0,24

0

0

Sesnukt

0

0,24

0

0

Ki

8

1,868

5,44

0,24

Kawagit

0

0,228

0

0

Iniyandit

51,3

10,773

20,007

15,39

Ambatkwi

11,65

3,495

5,2425

2,33

Jumlah

856,05

884,334

246,7536

275,3109

      Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Sarana penunjang lainnya yang tak kalah penting bagi kelancaran transportasi darat adalah jembatan. Perkembangan panjang jembatan yang ada di Kabupaten Boven Digoel dapat dilihat dari Tabel 15.12. Penambahan total panjang jembatan terjadi dari tahun 2013 ke tahun 2014 meskipun tidak signifikan, dimana pada tahun 2013 total panjang jembatan 3,008 Km meningkat menjadi 3,020 Km di tahun 2014. Selanjutnya dalam kurun waktu tahun 2015 hingga 2016, total panjang jembatan tidak bertambah dari tahun 2014, yaitu tetap 3,02 Km.

Jumlah jembatan nasional yang ada di Kabupaten Boven Digoel tahun 2017 adalah sebanyak 7 unit. Sedangkan data untuk jumlah jembatan yang telah dibangun dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tidak tersedia, begitu juga dengan data panjang jembatan tahun 2017 dan 2018.

 

Tabel 15.12. Jumlah dan Panjang Jembatan di Kabupaten Boven Digoel Tahun 2013-2018

Tahun

Panjang Jembatan (Km)

Jumlah Jembatan

(1)

(2)

(3)

2013

300,80

*

2014

302,30

*

2015

302,30

*

2016

302,30

*

2017

302,30

*

2018

302,30

*

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

Keterangan : *) data tidak tersedia

 

  • Turap

Pembangunan Turap sangat penting guna menunjang pembangunan jalan itu sendiri. Perkembangan pembangunan turap di Kabupaten Boven Digoel dari tahun 2013 hingga 2018 dapat dilihat dari Tabel 15.13 berikut.

Gambar 15.13. Panjang Pembangunan Turap di Kabupaten Boven Digoel, Tahun 2013-2018

Tahun

Panjang Turap (Km)

(1)

(2)

2013

08,82

2014

00,72

2015

0,05

2016

0,07

2017

0,07

2018

0,07

Sumber : Dinas PUPR Kab. Boven Digoel dan Dinas Sosial Kab. Boven Digoel, 2018

 

Kembali